Friday, 27 February 2015

Belis bagi masyrakat Ladolima timur sudah menjadi kultur atau budaya masyrakat setempat yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi hingga saat ini.

Bapak Antonius Siga selaku tua adat Masyrakat setempat dalam wawancara (tanggal 28 Agustus 2012) menjelaskan bahwa latar belakang dari pembelisan itu sendiri itu sebagai persyaratan adat dari masyrakat setempat yang harus dipenuhi atau dilakukan oleh pihak pengambilan gadis (pihak keluarga laki-laki) terhadap pihak pemberi gadis (keluarga dari pihak perampuan). jadi, untuk masyrakat Nagekeo khususnya masyrakat Ladolima Timur belis merupakan tuntutan adat yang harus dipenuhi oleh keluarga dari pihak laki-laki.

Menurut masyrakat setempat yang masih berpegang teguh pada nilai adat istiadat setempat yang diwariskan oleh generasi terdahulu berasumsi bahwa tuntutan belis merupakan sebuah keharusan kultuRAL.

- Makna belis bagi masyrakat Ladolima Timur atau pada masyrakat Nagekeo umumnya

 

*untuk le

0 comments:

Post a Comment